"Kalau bangsa di dunia hormati batik, kita yang merupakan negara asalnya (batik) harus lebih menghormati batik, lebih dari penghormatan bangsa lain terhadap batik," kata Heryawan di sela peringatan Hari Batik Nasional di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (2/10/2012).
Setelah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO, batik harusnya lebih dihormati. Batik diharapkan dipakai lebih sering dalam kehidupan sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heryawan mengatakan, jika makin banyak masyarakat mencintai batik, diyakini ekonomi masyarakat juga akan meningkat, khususnya mereka yang berkecimpung di dunia batik. "Justru dengan budaya batik ekonomi akan menggeliat," paparnya.
Disinggung dilibatkannya pelajar dalam peringatan Hari Batik Nasional, ia menyebut itu sengaja. Salah satunya agar para pelajar memiliki kecintaan terhadap batik.
"Mereka simbol pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa," ucapnya. Jika kecintaan pada batik ditanamkan sejak mereka masih muda, maka kecintaan mereka terhadap batik diharapkan makin kuat setelah dewasa nanti.
(orb/ern)










































