Lembaga Penjamin Kredit Bagi UMKM di Jabar Segera Beroperasi

Lembaga Penjamin Kredit Bagi UMKM di Jabar Segera Beroperasi

Erna Mardiana - detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 18:05 WIB
Lembaga Penjamin Kredit Bagi UMKM di Jabar Segera Beroperasi
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan dalam waktu dekat akan segera meresmikan lembaga penjaminan kredit daerah, PT Jamkrida. Lembaga ini dibentuk agar para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menyerap kredit yang sudah disiapkan Bank Jabar Banten (BJB), seperti Kredit Cinta Rakyat atau KCR.

"Untuk mengoptimalkan penyaluran Kredit Cinta Rakyat, maka Pemprov Jabar membentuk perusahaan Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida). Perusahaan dimaksud sudah dibentuk dan segera beroperasi," ujar Heryawan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Ritz Carlton Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2012) pagi, seperti dalam rilis yang diterima detikbandung.

Heryawan menjelaskan PT Jamkrida berfungsi sebagai penjamin kredit. Dengan demikian, pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan KCR tak harus memiliki agunan. "Agunan menjadi masalah bagi pelaku usaha mikro dan kecil selama ini bila hendak memperoleh kredit. Nantinya, masyarakat yang ingin memanfaatkan KCR tidak perlu agunan, karena usahanya sendiri dapat menjadi agunan," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heryawan menambahkan, untuk tahap awal PT Jamkrida akan menjamin 75 persen agunan yang dibutuhkan. Ke depan, diharapkan para pelaku usaha mikro dan kecil yang hendak mendapatkan KCR sama sekali tak perlu menyiapkan agunan, selain usahanya yang sudah berjalan.

Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham BJB mengkritik jajaran direksi seputar belum optimalnya penyaluran kredit ke kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Padahal BJB memiliki produk KCR yang didesain untuk pelaku UMKM, khususnya pengusaha mikro dan kecil. Untuk itu perlu upaya ekstra agar fasilitas kredit yang ada di BJB dapat diserap dan dimanfaatkan.

Menanggapi kondisi itu, Gubernur Heryawan selaku pemegang saham yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengakui ekspansi KCR belum maksimal. Pasalnya, hingga akhir September tahun ini, dana KCR yang terserap baru sekitar Rp 50 miliar. Padahal alokasi yang disiapkan untuk KCR mencapai Rp 165 miliar pada tahun 2012.

Lebih lanjut Heryawan menjelaskan, dibanding kredit sejenis di Bank lain, sukubunga KCR di BJB paling rendah, yakni hanya 8,3 persen/tahun. Sementara kredit yang sama dari Pemerintah Pusat, yakni KUR (Kredit Usaha Rakyat), minimal 12 persen/tahun. "Bunga KCR paling rendah di Indonesia," tandasnya.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini