Setelah meletus kemarin malam, erupsi terjadi di Gunung Lokon sekitar pukul 10.18 WITA dengan tinggi material letusan sekitar 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan. Erupsi itu adalah yang tertinggi sepanjang September ini.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tiga kali erupsi Gunung Lokon bulan ini. Pertama pada Sabtu (15/9/2012), kedua Rabu (19/9/2012) dan terakhir sekitar pukul 10.18 WITA tadi.
"Yang terbesar (erupsinya) baru yang ini," kata Kepala Bidang Pengamatan dan Pengawasan Gunung Api PVMBG, Hendrasto, saat ditemui di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (21/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tadi pagi tingginya 2,5 kilometer dan abunya kedorong ke arah utara (Manado - red)," ucap Hendrasto.
Erupsi di Gunung Lokon tahun lalu juga terjadi. Bahkan tinggi letusannya mencapai 3 kilometer dan statusnya sempat dinaikkan menjadi awas.
Meski kembali meletus, Gunung Lokon sampai sekarang masih berstatus siaga. "Selama (material letusan) tidak mengancam hingga permukiman warga, cukup siaga saja," paparnya.
Namun jika kemudian ada awan panas di lokasi hingga radius tertentu, maka statusnya akan dinaikkan menjadi awas. Terakhir, adanya awan panas di lokasi terjadi saat Gunung Lokon meletus pada 1992.
"Waktu itu awan panasnya jaraknya sampai 2-3 kilometer dari lokasi," jelas Hendrasto.
Meski erupsi yang terjadi tadi pagi cukup tinggi, sejauh ini warga belum perlu diungsikan karena kondisinya relatif masih aman. "Kalau nanti disinyalir ada awan panas, nanti (warga) diungsikan," jelasnya.
Sementara itu, jarak permukiman terdekat warga ke lokasi adalah 2,5 kilometer. PVMBG pun sudah mengeluarkan rekomendasi agar 2,5 kilometer dari lokasi tidak ada kegiatan apapun. (orb/ern)











































