Orang tua Sopiah yakni Asep Sutardi (57) melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Panyileukan. Sejak 13 September lalu, Sopiah menghilang dari rumah.
"Awal mulanya dia (Sopiah) berkenalan dengan pemuda itu melalui Facebook. Mungkin setelah itu berpacaran," jelas Kapolsek Panyileukan Kompol RN Mulyadi saat dikonfirmasi wartawan via ponsel, Rabu (19/9/2012)
Motif membawa kabur diduga kuat lantaran Rian tak senang hubungannya tak direstui orang tua Sopiah. Suatu hari, Mulyadi menyebutkan, Rian berniat mengajak jalan-jalan Sopiah. Namun ajakan Rian ditolak.
Pada 13 September lalu, tiba-tiba genteng rumah orang tua Sopiah dilempari orang tak dikenal yang diduga pelakunya Rian. Lantaran panik, seisi rumah termasuk Sopiah berhamburan ke luar rumah.
"Malam itu keluarga korban melaporkan terjadinya perusakan rumah. Sejak saat itulah anaknya tidak ada di rumah," ucap Mulyadi.
Keluarga langsung mencari keberadaan Sopiah usai perusakan rumah. Dicari ke kamar dan rumah tetangga, tidak terlihat batang hidungnya. Esok hari, Sopiah tak kunjung menampakan diri. Lima hari menghilang, akhirnya keluarga melaporkan kepada polisi, Selasa (18/9/2012).
"Diduga saat terjadinya perusakan, Sopiah ke luar rumah dan dibawa oleh pemuda tersebut tanpa sepengetahuan orang tua," jelas Mulyadi.
Anggota Polsek Panyileukan mulai bergerak menyelidiki dan mencari keberadaan Rian dan Sopiah. Mulyadi memastikan sudah menemukan titik terang keberadaan sejoli tersebut yang diduga berada di luar Kota Bandung.
(bbp/ern)











































