Kapolrestabes Bandung Kombespol Abdul Rakhman Baso mengatakan terorisme selama ini merongrong Kebhinekaan. Maka itu, lanjut dia, perlu peran semua pihak bersama-sama menangkal ancaman terorisme di Kota Bandung.
"Bahaya terorisme tampak betul. Ya, dampaknya begitu besar untuk semua aspek kehidupan dan pembangunan masyarakat. Terorisme membuat terganggunya keamanan, keselamatan jiwa raga dan kedamaian, sosial ekonomi, politik, sehingga tak terwujudnya kondusifitas," ucap Abdul dalam sambutannya.
Acara ini dihadiri 151 Lurah, 453 personel Babinkamtibmas, dan 129 personel Babinsa yang bertugas di seluruh wilayah Kota Bandung. Selain itu unsur Muspida yang datang di antaranya Walikota Bandung Dada Rosada, Ketua DPRD Bandung Erwan Setiawan, Dandim 0618-BS Letkol Ujang Sudrajat, dan Kajari Bandung Febri Adriansyah.
Apel Besar ini bertema 'Bersama Kita Tingkatkan Daya Tangkal Masyarakat Terhadap Ancaman Terorisme Melalui Sinergitas Pemerintah, TNI, Polri dan Elemen Masyarakat'.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul memberikan penjelasan definisi teror secara umum yang berarti menciptakan ketakutan, kengerian, atau kekejaman oleh seseorang atau golongan. Sedangkan teroris memiliki arti orang menggunakan kekekerasan untuk menimbulkan rasa takut, dan biasanya bertujuan politik.
Lebih lanjut Abdul menuturkan, seluruh pihak dan potensi masyarakat sangat diperlukan menciptakan suasana dan menjaga kondusif Kota Bandung. Gerak gerik teroris dan ancaman teror perlu diwaspadai dengan membangun deteksi dini dan sinergitas.
"Kami mengajak semua pihak agar bisa mawas diri. Kita perlu daya tangkal dan memperkecil ruang gerak teroris di Bandung," ucap Abdul.
(/)











































