Murida (32), warga Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), terlantar selama tiga hari di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Ia terlantar sejak Kamis (13/9/2012) hingga akhirnya dijemput tadi sore oleh Kanit Trafficking and People Smuggling Ditkimrum Polda Jabar Kompol Fatma.
Murida saat ini tinggal sementara di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar di Jalan RE Martadinata. Ia menunggu dijemput keluarganya.
Kronologi bagaimana dia sampai terlantar, bermula ketika ia diajak seorang perempuan yang baru dikenal di kampung halamannya. Perempuan yang dipanggil Ati itu
mengajak Murida bekerja di Kuala Lumpur sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji 600-700 ringgit yang membuatnya tergiur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Bandara di Kualalumpur, saya dijemput sama seseorang. Lalu saya bekerja sama seseorang di sana," ucap Murida saat ditemui di Kantor P2TP2A, Sabtu (15/9/2012).
Selama delapan hari ia bekerja, namun akhirnya dipulangkan oleh sang majikan lewat penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara. "Di sana majikan saya baik. Tapi karena paspor saya paspor pelancong, saya disuruh balik dulu ke Indonesia. Paspor itu yang urus Ati," katanya.
Namun ketika tiba di Bandara Husein Sastranegara, Jumat (13/9/2012), ia bingung harus ke mana karena tidak membawa uang sepeser pun. "Di sana saya tidur di mushola. Makan juga kalau ada yang kasih," tuturnya.
Setelah tiga hari, ia ditemukan petugas imigrasi. Mendengar cerita Murida, petugas imigrasi langsung lapor ke Polda Jabar. Murida kemudian dijemput oleh Kompol Fatma.
Fatma menyebut Murida adalah korban trafficking. Sebab Murida tidak diberangkatkan melalui PJTKI resmi. Beruntung, Murida tidak mendapat penyiksaan atau perlakuan buruk lainnya selama di Kualalumpur.
"Nanti kita akan koordinasi dulu dengan pemerintah tempat dia tinggal di Lombok. Memang ada keluarganya yang katanya akan jemput. Tapi harus kita pastikan juga yang jemput itu benar-benar keluarganya," jelas Fatma. Kasus itu kini ditangani Polda Jabar.
(orb/ern)











































