Dalam diskusi kecil dengan persma, AJI akan memaparkan seputar profesi jurnalis yang selama ini banyak tidak diketahui publik. Sebab banyak yang tidak tahu bahwa jurnalis terbagi beberapa 'kasta' seperti yang disebut kontributor, stringer, koresponden, hingga berstatus karyawan.
Tak hanya terbagi beberapa kasta, profesi jurnalis juga tidak menjanjikan upah layak di sejumlah media. Padahal profesi jurnalis terbilang rawan dengan keselamatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan memberi gambaran, ia berharap para calon jurnalis berpikir dua kali untuk memantapkan diri terjun di dunia media profesional. Setidaknya, mereka siap dengan kondisi di lapangan seperti apa.
"Minimal mereka nantinya tidak kaget dengan kondisi di lapangan kalau benar-benar terjun ke dunia media," jelas Zaky.
Namun bagi mereka yang benar-benar bertekad jadi jurnalis, mereka diharapkan makin mantap untuk menggeluti profesi tersebut, termasuk ikut memperjuangkan agar para jurnalis agar mendapat upah dan fasilias yang layak.
Sementara dalam pertemuan itu, kalangan pers mahasiswa jadi fokus utama dalam memberikan gambaran tentang dunia media profesional. "Itu karena selama ini mereka lebih banyak tahu teori tanpa tahu kondisi riil di lapangan," ucapnya.
Zaky menambahkan, perjuangan agar jurnalis diupah dengan layak selama ini jadi fokus perhatian AJI di samping berbagai masalah lainnya.
(ors/ern)











































