Mamah Jamaras Diduga Penyedia Pekerja Seks ABG

Mamah Jamaras Diduga Penyedia Pekerja Seks ABG

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 10 Sep 2012 18:49 WIB
Mamah Jamaras Diduga Penyedia Pekerja Seks ABG
Bandung - Kiprah Y alias Mamah Jamaras (46) dalam urusan bisnis seks patut dicurigai. Polisi pun masih menyelidiki histori ibu sembilan anak itu yang diduga menyediakan pekerja seks kategori anak baru gede (ABG).

Polisi menciduk Mamah Jamaras lantaran melakukan eksploitasi anak di bawah umur dengan mempekerjakan tiga wanita belia menjadi pelacur jalanan. Korban masing-masing bernama samaran Manja (16), Rindu (16), dan Bunga (14).

Pengakuan Mamah Jamaras kepada polisi, hanya mengasuh tiga ABG. Namun polisi tidak percaya begitu saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami masih selidiki, apakah masih ada korban di bawah umur seperti tiga ABG itu," kata Kapolsek Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama saat ditemui di Mapolsek Arcamanik, Senin (10/9/2012).

Tarif mengencani anak asuh Mamah Jamaras tidak dipatok. Itu tergantung hasil transaksi tawar menawar antara lelaki hidung belang dan pekerja seks. Berdasarkan pengakuan korban, kata Adi, tarif sekali berhubungan badan kisarannya mulai Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu.

"Tiap selesai melayani seorang tamu, korban berusia di bawah umur itu mendapat komisi 50 ribu rupiah," jelas Adi.

Mamah Jamaras mengaku kenal dengan tiga korban itu lewat rekan anaknya. "Mereka mau kerja begituan," kata perempuan yang pernah jadi pekerja seks kelas bawah di kawasan Stasiun Bandung ini.

Ketiga ABG itu, menurut Mamah Jamaras, baru bekerja satu bulan. Setiap malam anak asuhnya mangkal di Jalan AH Nasution. Ia pun menyediakan kamar jika konsumen ogah membawa ABG ke hotel. Ia berani membuka kamar khusus di rumahnya, kawasan Mandalajati, Kota Bandung.

"Sebelumnya, tiga orang itu kerja juga di Mamih lain," kata dia.

Kepada wartawan, Mamah Jamaras membantah menyediakan sejumlah ABG pekerja seks. "Baru tiga ini," ucapnya.

Ia mengaku terpaksa melakoni bisnis seks lantaran tekanan ekonomi. Suaminya hanya bekerja menjadi sopir ojeg yang seharinya mendapat uang tak kebih dari Rp 50 ribu. Dari suami kedua ini dikaruniai enam anak. Sebelumnya dari suami pertama punya tiga anak.

"Anak saya sembilan. Sehari harus punya duit 100 ribu rupiah," jelas Mamah Jamaras yang berterus terang masih melayani tamu dengan embel-embel punya keahlian memijat.

"Suami saya izinkan saya begitu (berhubungan dengan orang lain). Kalau enggak begini, saya dapat uang dari mana," tutup Mamah Jamaras tanpa wajah penyesalan.

(bbp/ern)


Berita Terkait