Salah satu yang mempunyai usulan nama adalah Agustin Purnawan (40), seniman Sunda yang memberi nama stadion di Soreang Si Jalak Harupat. "Sekitar tiga bulan lau ada desas desus kalau nama stadion akan disayembarakan. Saya ingin ikutan, makanya mencari-cari nama yang cocok. Akhirnya ketemu," ujarnya saat berbincang dengan detikbandung, Sabtu (8/9/2012).
Apun, demikian ia disapa, mengusulkan nama stadion di Gedebage adalah Stadion Si Manuk Dadali. Kenapa Manuk Dadali? "Saya teringat pada Sambas Mangundikarta. Beliau pencipta lagu Manuk Dadali, yang juga merupakan reporter olahraga pertama RRI dan TVRI dari Sunda yang menasional. Karena lagu ciptaannya itu, dia disebut Si Manuk Dadali," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu Manuk Dadali juga menggambarkan kebersamaan. 'Manuk dadali pang kakoncarana, resep ngahiji rukun sakabehna, hirup sauyunan tara pahirihiri," ujarnya mengutip lirik lagu.
"Lagu ini sudah menasional. Kalau disebut lagu ini pasti tahu ini dari Bandung, dari sunda. Dan yang pasti Sambas Mangundikarta itu orang Bandung asli. Yang terpenting juga dia punya andil besar dalam kemajuan dunia olahraga terutama sepakbola dan bulutangkis," tandasnya.
Sementara itu Ukin Prawirasutisna, melalui surat pembaca di koran PR hari ini mengusulkan nama stadion adalah Prabu Niskala Kancana atau Rahiyang Wastu atau Wangisuta, yang merupakan raja yang pernah memerintah Kerajaan Sunda di Kawali selama hampir 104 tahun dengan adil bijaksana.
Selama masa pemerintahannnya negara menjadi negara yang berdaulat, tidak pernah dijajah oleh Majapahit.
Sedangkan di beberapa komentar pembaca detikbandung ada yang mengusulkan Stadion Priangan, Stadion Pasundan, bahkan tetap dengan sebutan saat ini Stadion Gedebage.
Entah apakah usulan ini bisa diterima pemkot dan dewan, sebab sebelumnya Ketua Komisi D DPRD Bandung Ahmad Nugraha yakin jika nama Gelora Rosada bisa diterima masyarakat luas, sebab itu merupakan usulan dari masyarakat sendiri.
(ern/ern)











































