"Kalau perlu disayembarakan, sayembarakan. Kalau nanti terpilih nama Gelora Rosada, silahkan kalau itu hasilnya," kata Ujang saat dihubungi via ponsel, Jumat (7/9/2012).
Menurutnya penentuan nama stadion lewat sayembara lebih fair ketimbang ditentukan dan diputuskan lewat rapat para pejabat Pemkot dan DPRD Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi pendanaan stadion juga dibantu anggaran dari Pemprov Jabar hingga mencapai Rp 285 miliar. Meski mengucurkan dana cukup besar, pemprov sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan penentuan nama stadion.
Disinggung soal nama stadion, Ujang mengaku sejak awal pemkot mengajukan bantuan ke pemprov tidak ada pembahasan sama sekali. Termasuk ketika pembahasan dilakukan di DPRD Jabar, masalah nama sama sekali tak diungkit-ungkit. Namun secara mengejutkan, nama Gelora Rosada mencuat ke permukaan.
"Dari awal pembahasan anggaran, sama sekali tidak membahas masalah nama," ucapnya. Ia berharap nama stadion itu diputuskan setelah ada pembicaraan dengan eksekutif dan legislatif di tingkat Jabar. Apakah nantinya dibahas pemkot dan pemprov atau disayembarakan, menurutnya itu bisa dibahas di kemudian hari.
Namun sejauh ini, DPRD Kota Bandung lebih condong memilih nama Gelora Rosada. Sementara yang akan disayembarakan hanyalah logo stadion. "Harusnya (pemkot dan DPRD) Kota Bandung introspeksi dong. Anggaran untuk membangun stadion kan ada bantan dari Jabar," tegas Ujang yang juga sekretaris Fraksi Hanura DPRD Jabar.
(ors/ern)











































