"Dengan menangani mereka, kita bisa memutus mata rantai terorisme berikutnya," ucap Ketua P2TP2A Netty Heryawan saat ditemui di Hotel Anggrek, Jalan Seram, Kamis (6/9/2012).
Meski istri dan anak teroris sama-sama penting ditangani, yang paling utama ditangani menurutnya adalah anak teroris. Sebab bisa saja mereka tertular paham orangtuanya. Apalagi jika ditunjang dengan dikucilkan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal sama juga bisa saja terjadi pada anak teroris. Ketika cap anak teroris sudah melekat di otaknya, bukan tidak mungkin si anak juga meneruskan jejak orangtuanya.
Netty mengatakan, anak teroris perlu penanganan khusus. Karena jika tidak ditangani khusus, psikologisnya dikhawatirkan terganggu.
"Si anak ini harus tetap menjalani kehidupan dan meraih masa depannya," ungkap Netty.
Sejauh ini, menangani istri dan anak teroris baru sebatas wacana. Agar bisa diwujudkan, P2TP2A berencana membahasnya dengan Polda Jabar. Itu agar penanganan istri dan anak teroris tidak tumpang-tindih dengan tugas kepolisian.
(ors/ern)











































