"Secara tupoksi kita memang tidak menangani spesifik istri dan anak teroris. Tapi untuk perluasan fungsi, menangani istri dan anak teroris tidak ada masalah," kata Ketua P2TP2A Jabar Netty Heryawan saat ditemui di Hotel Anggrek, Jalan Seram, Kamis (6/9/2012).
Istri, khususnya anak teroris, secara psikologis kemungkinan sangat tertekan. Apalagi ketika masyarakat tahu bahwa mereka punya suami atau ayah teroris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
siap menerima hujatan, ledekan, bahkan pengucilan oleh masyarakat atau
teman-teman sebayanya.
"Keluarga teroris secara tidak langsung mungkin tidak mengalami kekerasan secara fisik, tapi mereka mengalami kekerasan psikis," tutur Netty.
Namun bagaimana pola penanganannya nanti, hal itu masih akan dirumuskan P2TP2A. Sehingga nantinya, beban psikis keluarga teroris bisa ditangani dengan baik.
"Nanti kita juga harus bicarakan ini dengan Polda Jabar. Karena jangan sampai kita mengganggu tugas aparat kepolisian," tandas Netty.
Pemberdayaan Ekonomi Bagi Korban Trafficking
Sementara itu di tempat sama, digelar semiloka pemberdayaan ekonomi bagi korban trafficking. Kegiatan ini diikuti 21 pusat studi wanita (PSW) perguruan tinggi se-Jabar.
"Kegiatan ini dasar pemikirannya adalah dalam dua tahun sejak P2TP2A berdiri, kita sudah menangani 196 kasus mulai dari kasus trafficking, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan pada anak dan lain-lain," ujar Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi P2TP2A Jabar Dedeh Fardiah.
Dijelaskannya, korban trafficking yang ditangani adalah mereka yang pernah jadi korban perdagangan manusia di dalam dan luar negeri. Penanganan yang diberikan P2TP2A dilakukan dari sisi psikis, medis dan spiritual.
"Ketika prosedur penanganan sudah selesai, tahap berikutnya adalah diberikan pelatihan yang dimaksudkan untuk memberi stimulus par binaan untuk mau berdaya secara ekonomi," jelas Dedeh.
Lewat kegiatan itu, diharapkan ada output nyata berupa model pemberdayaan ekonomi. "Hasil seminar diharapkan dapat memberi gambaran bagi peserta untuk bersama dalam kelompok merumuskan model yang sesuai untuk melakukan pemberdayaan ekonomi bagi korban trafficking di Jabar," tandas Dedeh.
(orb/ern)











































