"Ketika di media massa diberitakan Ketua DPD PDIP Jabar akan diganti, ya wajarlah DPC mempertanyakan," ucap Ribka dalam konferensi pers di Kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Rabu (5/9/2012) malam.
Ia pun menyayangkan sikap Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo yang mengungkap rencana pencopotan Ruddy ke media massa. Padahal rencana itu sama sekali belum disampaikan ke DPD PDIP Jabar maupun DPC PDIP se-Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya, kata Ribka, mekanisme yang dilakukan DPP ditempuh sesuai aturan. Jika Ruddy terpilih melalui musyarawah yang dinamakan konferda, maka pencopotannya juga harus melalui proses serupa.
"Untuk menghasilkan struktural DPD itu kan bukan top down, tapi bottom up. Segala sesuatu itu kan enggak gampang," cetusnya.
Ribka sendiri setuju jika DPC menolak rencana pencopotan Ruddy yang disebut-sebut posisinya akan digantikan Tubagus Hasanudin. "Ini kita melihat ada skenario tertentu," ucapnya.
Sementara soal reaksi DPC yang menggelar aksi dan mendatangi Kantor DPD PDIP Jabar, ia menyebut itu hal biasa. Termasuk jika ada pihak di internal PDIP yang ingin mengacak-acak keharmonisan partai.
"Sebetulnya ini hal biasa. Ketika menghadapi apapun kader partai kita sudah teruji. Ketika menghadapai apapun, kader langsung merapat dan menyikapi ujian-ujian seperti ini, kita sudah biasa," tutur Ribka.
"Kita belajar dari pengalaman, partai kita pernah diobok-obok dengan cara-cara seperti apa pun, jangan ada yang mempermainkan," tandas Ribka.
Namun ketika disinggung soal sosok Tubagus Hasanudin sebagai calon pengganti Ruddy, Ribka ogah berkomentar banyak. "Kalau saya komentar, nanti subyektif," pungkasnya.
(orb/avi)










































