"Kita menyayangkan saja akhirnya KBB enggak ikut dalam pilgab," ucap Ferry saat ditemui di Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Jalan Diponegoro, Rabu (5/9/2012).
Sebelumnya, Ferry sempat berharap agar pemerintah KBB mendapat hidayah supaya ikut dalam pilgab. Namun setelah tahu KBB tak punya anggaran, ia tak bisa bicara banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry mengaku menyesalkan KBB tak ikut pilgab. Padahal pelaksanaan pilgab sudah dibahas bersama dengan semua pihak, termasuk KBB dan daerah yang akan ikut pilgab.
"Hari pelaksanaannya juga dibahas bareng-bareng. KBB juga ikut bahas," ucapnya.
Soal KBB mengaku tak punya anggaran, Ferry mengaku tak memahaminya. Sebab rencana pelaksanaan pilgab sudah diketahui KBB jauh-jauh hari sebelumnya.
"Ini kan bukan proyek Sangkuriang. Jauh-jauh hari sudah dibahas. Harusnya jauh-jauh hari KBB sudah mendesain proses ini (termasuk menyiapkan anggaran)," tegas Ferry.
Disinggung adakah sanksi bagi KBB karena menolak ikut pilgab, Ferry megatakan tidak. Sebab jika KBB dipaksakan ikut pilgab, kualitas pemilukada di sana dikhawatirkan tidak maksimal. "Enggak ada sanksi. Tapi ya kita menyayangkan saja," pungkasnya.
(orb/ern)










































