Hal itu disampaikan Direktur Operasional Saung Angklung Udjo, Mutiara Udjo dalam jumpa pers yang digelar di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Rabu (5/9/2012).
"Alhamdulillah bulan lalu sudah ada Mou antara kami, Unpad dan Perhutani. Sekarang masih penyusunan mekanisme. Tahun 2013 baru bisa direalisasikan," ujar perempuan yang akrab disapa Muti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi program budidaya ini untuk seluruh Indonesia. Kan lahan perhutani itu luas," terang Muti.
Diharapkan, dengan adanya budidaya bambu, para pelaku usaha yang menggunakan bambu sebagai bahan baku bisa kembali bangkit.
"Karena ada beberapa pengusaha yang menggunakan bahan baku bambu mengalami bangkrut karena bahan baku tidak terpenuhi," ujar Muti.
Dalam satu tahun, Saung Angklung Udjo membutuhkan sekitar 40.000 batang bambu. "Sampai sekarang memang masih terpenuhi. Kita ambil dari Jampang Surade," tutupnya.
(avi/ern)











































