"Masyarakat jangan terpengaruh oleh isu apapun selain pengumuman resmi dari pemerintah," kata Heryawan usai menghadiri rapat koordinasi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Jabar di Hotel Gumilang Regency, Jalan Setiabudi, Selasa (4/9/2012).
Menurutnya, informasi yang sahih adalah yang diumumkan pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kabar terkait status Gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan perorangan atau instansi PVMBG bisa dipastikan bohong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, PVMBG merekomendasikan agar 1,5 kilometer dari pusat kawah steril. Sebab kandungan H2SO4 atau sulfur di lokasi sudah di atas 2 ppm.
"Oleh karena itu ketika PVMBG mengumumkan kandungan sulfurnya di atas 2 ppm, maka segera ditutup," papar Heryawan.
Penutupan lokasi untuk wisatawan dan pedagang sudah dilakukan sejak Minggu (2/9/2012) malam. Selain kandungan sulfur meningkat, di lokasi juga terjadi peningkatan aktivitas berupa peningkatan tremor atau getaran. Meski begitu, status Gunung Tangkuban Parahu masih waspada hingga kini.
(orb/ern)










































