Massa HTI Jabar Tolak Kedatangan Hillary Clinton

Massa HTI Jabar Tolak Kedatangan Hillary Clinton

Oris Riswan Budiana - detikNews
Senin, 03 Sep 2012 10:35 WIB
Bandung -

Massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar menolak kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, yang akan berkunjung hari ini hingga besok ke Indonesia. Sebagai bentuk penolakan, sekitar 100 anggota HTI Jabar gelar aksi di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (3/8/2012).

"Kita dengan tegas menolak kedatangan Hillary Clinton," ucap Luthfi Afandi, humas HTI Jabar, saat ditemui di sela aksi.

Alasan penolakan kedatangan Hillary ke Indonesia karena ia datang bukan secara personal, melainkan mewakili negaranya. Dalam
kunjungannya, rencananya Hillary akan melakukan pembicaraan khusus dengan Menteri Luar Negeri Marti Natalegawa dan Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu tidak bisa dilepaskan dari isu penting terkait dengan kepentingan AS di Indonesia," katanya.

Kepentingan AS itu di antaranya rencana pembangunan gedung baru kedubes AS di Jakarta yang luas totalnya mencapai 3,6 hektare.

Selain itu, PT Freeport ingin memperpanjang kontrak hingga 2041 untuk menggerus emas di Papua. Padahal batas kontrak eksploitasi adalah hingga 2021.

"Sebelum habis masa kontrak itu, PT Freeport ingin diperpanjang lagi kontraknya karena mereka tahu persis kandungan emas di sana," jelas Luthfi.

Dengan alasan itu, HTI menyatakan sikap menolak rencana pembangunan kedubes AS dan rencana perpanjangan kontrak PT Freeport.

Sementara dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster berukuran kecil di antaranya bertuliskan 'Tolak Hillary Clinton!', 'Kedatangan Hillary Mengokohkan Penjajahan', dan 'Tolak Imperialisme, Tegakkan Khilafah'.

Massa juga membawa dua poster besar bertuliskan 'Aksi Damai Tolak Kedatangan Hillary Clinton ke Indonesia'.

(orb/ern)


Berita Terkait