Jawa Barat Mulai Operasikan Empat Lapas Baru

Jawa Barat Mulai Operasikan Empat Lapas Baru

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jumat, 31 Agu 2012 13:53 WIB
Jawa Barat Mulai Operasikan Empat Lapas Baru
ilustrasi
Bandung - Pada pertengahan tahun 2012 ini, Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Jabar mulai mengoperasikan empat lapas dan rutan yang baru saja dibangun. Meski belum jadi sepenuhnya, namun kegiatan pemasyarakatan sudah mulai dilakukan. Hal itu di antaranya dilakukan di Lapas Banjar, Lapas Rutan Gunung Sindur Bogor, Lapas Warung Kiara Sukabumi dan Lapas Anak Sukamiskin.

Peresmian Lapas Banjar telah dilakukan oleh Jenderal (Dirjen) pemasyaraktan Depkumham Sihabudin, Kamis (30/8/2012) kemarin.

"Lapas Banjar secara fisik sudah 90 persen, sementara 3 lapas lainnya masih sekitar 70 persen. Tapi kita sudah mulai melakukan operasional minimum di lapas itu," ujar Kepala Kantor Wilayah Depkumham Jabar I Wayan K Dusak saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Wilayah Depkumham Jabar, di Jalan Jakarta, Jumat (31/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan, di Lapas Banjar yang kapasitasnya sekitar 200 orang sudah mulai diisi oleh 17 narapidana dari Lapas Ciamis. Satuan kerja pelaksana untuk Lapas Banjar untuk sementara masih menginduk pada Lapas Ciamis karena belum adanya sumberdaya untuk menjalankan operasional di lapas yang baru.

Di Lapas Warung Kiara Sukabumi juga saat ini sudah diisi dengan 15 narapidana dari total kapasitas 200 orang.

"Satuan kerja pelaksana untuk lapas-lapas baru ini belum siap. Jadi lapas-lapas ini seperti filial (cabang) dari lapas lainnya sampai nanti ada kepala dan satuan kerjanya sendiri," tuturnya.

Keberadaan lapas-lapas baru ini disebut Dusak akan mengurangi kelebihan kapasitas narapidana yang terjadi nyaris di 23 lapas dan rutan yang telah ada sebelumnya di Jabar.

"Di Jabar ini seluruh lapas dan rutannya over kapasitas. Hanya Lapas Sukamiskin saja yang saat ini kondisinya tidak over," jelasnya.

Kapasitas lapas dan rutan di Jabar yaitu sekitar 9 ribu namun saat ini jumlah napi di Jabar mencapai 17 ribu orang.



(tya/ern)


Berita Terkait