MK bersama istri dan satu anak perempuannya menempati rumah nomor A3 di perumahan berkonsep minimalis, RT 3 RW 5, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Pada Kamis (30/8/2012) siang, rumah satu lantai tipe 45 itu didatangi sejumlah anggota Densus 88.
"Dia (MK) sudah tinggal di rumah ini sekitar tiga bulan. Rumah itu dibeli. Sebelumnya, dia dikabarkan tinggal di Cijambe Bandung," kata salah satu tetangga, Ade Jauhari (37), saat ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orangnya baik. Kalau ada acara warga selalau datang. Bahkan, pernah ikut ronda. Sosoknya sederhana," tambah Ade.
Para tetangga, kata Ade, selama ini mengetahui kalau MK bekerja sebagai programer di salah satu perusahaan bergerak bidang informasi dan teknologi. "Dia mengakua asli Karawang," ujarnya.
Waktu penggeledahan deilakukan sejumlah anggota Densus 88, sambung Ade, di dalam rumah itu ada istri dan anak MK. Menurut Ade, istri MK terlihat syok saat proses penyelidikan aparat berwajib tersebut.
"Meski terlihat kaget, tadi istrinya kooperatif saat pengeledahan berlangsung," ungkap Ade yang sempat diminta masuk ke rumah MK oleh polisi untuk menyaksikan data barang-barang disita.
Hingga pukul 18.00 WIB, Kamis (30/8/2012), istri dan anak perempuan MK tetap berada di rumah tersebut. Terdengar suara tangisan anak perempuan di rumah seharga Rp 300 juta itu.
Para tetangga terutama kaum ibu terlihat keluar masuk rumah tersebut. Sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Arcamanik berjaga di sekitar lokasi.
(bbp/ern)










































