Kanit SPK Polres Bandung Ipda Dwi Noor menjelaskan identitas korban yaitu Dedi Rahmat (42), dan Sumiati (32). Sedangkan identitas anak bernama Taisya Naila Putri yang diperkirakan berusia lima tahun.
"Korban kecelakaan ini diketahui suami istri dan satu anaknya," jelas Dwi saat ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban tertabrak kereta yang perlintasannya tidak terpasang palang pintu," ucap Dwi.
Informasi dihimpun, korban tidak sempat menghindar datangnya kereta dan tubuhnya terseret sejauh 50 meter. Mereka tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi luka mengenaskan.
Korban sebelumnya bersilaturahmi lebaran Idul Fitri ke salah satu keluarganya yakni Amar (60). "Mereka ini dari Garut. Dia anak kakak saya. Memang jarang ketemu. Tadi sempat makan-makan di rumah, setelah itu pamit pulang," jelas Amar ditemui di RSHS.
Dedi kemudian membonceng istri dan anaknya tersebut. Beberapa saat kemudian, Amar terkejut lantaran warga sekitar heboh menyebutkan ada orang tertabrak kereta api. Lokasi perlintasan kereta dengan rumah Amar berjarak satu kilometer. "Saya langsung lari ke lokasi kejadian. Sudah banyak orang ramai melihat. Ternyata korbannya keponakan saya," ucapnya.
Ia mengungkapkan, kondisi sepeda motor korban hancur atau terbagi dua. "Kalau korban kondisinya mengenaskan," ujar Amar.
(bbp/ern)











































