"Penandatanganan akan dilakukan hari ini di Jakarta disaksikan walikota dan juga gubernur serta Menko Perekonomian Hatta Rajasa," ujar Direktur Panghegar Group Hilwan Saleh pada detikbandung, Selasa (28/8/2012).
Menurutnya pembangunan MRT sudah dua tahun lalu direncanakan. Awalnya akan bekerjasama dengan Malaysia, namun batal. Akhirnya setelah melakukan penjajakan cukup lama, terpilih China National Machinary Corporation (CMC Imp & Exp Corp).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah JOA, kedua pihak segera melakukan kelayakan pembangunan MRT. Tak hanya Bandung, Daerah Istimewa Yogyakarta juga dibidik.
"Dua kota ini dipilih untuk menjadi langkah awal bisnis tranportasi kerjasama ini," ujar Hilwan.
Bandung khususnya akan menjadi awal yang baik. Karena kota ini sudah membutuhkan moda tranportasi massal yang bisa mengurai kemacetan jalan. MRT bisa dijadikan salah satu pilihan utama.
China National Machinary Imp & Exo Corporation (CMC Imp & Exp Corp) adalah perusahaan yang sudah malang melintang di proyek MRT. Hampir 90 persen proyeknya dilakukan di luar China.
Dalam rilis yang diterima detikbandung, Vice President CMC Imp & Exp Corp Zhao Jun mengatakan pihaknya sangat serius untuk membangun MRT di Bandung. "Kami sudah berpengalaman puluhan tahun," katanya.
CMC Imp & Exp telah membangun MRT di Thailand, Singapura, Kamboja, Brazil, beberapa negara Timur Tengah.
(ern/ern)











































