Wingsih (75), pemilik kosan ditemukan tewas di kamar rumahnya di Jalan Linggawastu Nomor 320 RT 2 RW 16 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan. Janda sepuluh anak dan 14 cucu itu, pertama kali ditemukan oleh anak pertamanya Edi Sobari alias Encep (59) sekitar pukul 15.30 WIB.
Dituturkan Encep, penemuan mayat ibunya bermula saat salah satu anak kos akan masuk ke kamar bawa buku. Namun gerbang terkunci. "Jadi ada mahasiswa yang mau ambil buku, tapi karena gerbangnya dikunci enggak bisa masuk. Disuruh tetangga untuk nyusul saya di kios," ujar pedagang bunga di wastukancana ini saat ditemui di lokasi, Senin (27/8/2012).
Kemudian Encep pun menelepon ibunya beberapa kali, namun tidak diangkat. Karena curiga, ia bersama dua karyawannya dan mahasiswa itu pun ke rumah ibunya, yang merupakan tempat kos-kosan dengan enam kamar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pintu rumah tertutup. Tapi pas didorong bisa dibuka. Di baliknya diganjal kursi," tuturnya.
Melihat kondisi ruang tamu yang acak-acakan, ia meminta karyawannya masuk ke dalam rumah untuk mengecek. "Karyawan saya langsung memeluk saya bilang ibu ada di kamar sudah tidak ada," lirihnya.
Kondisi ibunya berada di atas kasur dengan posisi miring melintang. Tubuhnya sudah membiru. Mulutnya tersumpal kain. Kedua tangannya terikat. Sebuah linggis ada di samping korban.
"Ada luka di bagian pipi dan darah mengering di muka dan juga karpet. Ada juga rambut di lantai," tuturnya. Bau tak sedap juga sudah tercium dari gang menuju rumahnya serta banyak lalat.
Encep menuturkan selain itu, barang berharga milik ibunya seperti kalung, gelang, dan cincin yang biasa dipakai pun raib. Lemari pakaian acak-acakan, "Selama ini ibu tinggal sendiri," katanya. Encep berharap pelaku yang telah membunuh ibunya dengan sadis itu cepat ditemukan.
Hingga pukul 20.05 WIB, polisi masih melakukan olah TKP di lokasi. Mayat korban pun belum dievakuasi. Sementara itu puluhan warga berkerumun di depan rumah korban.
(ern/ern)










































