"Ada beberapa (pengusaha SPBU dan rest area) komplain dengan diberlakukannya one way system, bahkan mereka berusaha menyuap anggota supaya jangan one way," ujar Wakapolda Jabar Brigjen Pol Hengkie Kaluara saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (27/8/2012).
Menurutnya, para pengusaha SPBU dan rest area merasa rugi jika jalan diberlakukan satu arah. Sebab kendaraan jarang berhenti di SPBU maupun rest area yang posisinya di kanan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia menegaskan upaya suap itu ditolak mentah-mentah oleh polisi di lapangan meski disodori amplop berisi uang. "Ditolak, tidak diterima. Karena kita kan harus konsisten," tegas Hengkie.
Sementara terkait one way system, cara seperti itu dinilai lebih efektif mengurai kemacetan. Tahun ini, saat arus mudik dan balik, one way system dilakukan di sejumlah lokasi. Itu berbeda dengan tahun lalu yang lebih mengandalkan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.
"Dengan buka-tutup lebih bagus. Kalau menggunakan jalur alternatif sama saja membuang arus sehingga kemacetan ada di mana-mana. Tahun ini kendaraan terus berjalan, tidak sampai stuck dalam beberapa hari," tandas Hengkie.
(/)











































