"Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah serta analisis data, maka terhitung tanggal 23 Agustus 2012 pukul 23.00 WIB, status kegiatan Gunung Tangkubanparahu dinaikkan dari Normal menjadi Waspada," ujar Kepala PVMBG Surono saat dihubungi wartawan via telepon, Jumat (24/8/2012).
Surono menyebutkan, sejak 1 Juli hingga 22 Agustus 2012, terekam 264 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplituda maksimum 2-22 mm dan lama gempa 4-17 detik. Tercatat juga sebanyak 16 kali gempa vulkanik dalam dengan amplituda maksimum 2-40 mm, S-P 0.5-4 detik dan lama gempa 5-18 detik. Selain itu, sambung Surono, terekam 18 kali gempa tektonik lokal, dan 50 kali gempa tektonik jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas gempa vulkanik tersebut, ia menambahkan, diikuti oleh tremor menerus selama 4 jam (amplituda 5-20 mm) pada 23 Agustus 2012, mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.
"Sampai saat ini masih terekam gempa-gempa vulkanik dangkal," ucapnya.
Lebih lanjut Surono menuturkan, adanya peningkatan status Waspada terhadap Gunung Tangkubanparahu, PVMBG akan meningkatkan pemantauan secara intensif.
(bbn/avi)











































