Bertebarannya lokasi mesin ATM di wilayah Jabar bisa menjadi sasaran empuk pelaku menguras uang milik korban. "Pembobol kartu ATM ini mengintai nasabah yang lengah. Maka itu waspadalah. Apalagi saat ini 'kan momen libur lebaran, nasabah bank pastinya mengambil uang dengan memanfaatkan mesin-mesin ATM," ucap Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat dihubungi, Senin (20/8/2012).
Pembobol ATM punya ragam cara melancarkan aksinya. Modus lama yang kerap dipraktikan pelaku yakni mencuri data digital kartu ATM nasabah dengan skimmer yang terpasang di mesin ATM. Pelaku melengkapi diri dengan menyimpan kamera pengintai di ruang ATM.
Cara konvensional yaitu mengganjal lubang masuk kartu ATM memakai korek, sehingga seolah-olah kartu 'tertelan' mesin. Pelaku pun memasang stiker hotline palsu berisi nomor telepon yang mencatut nama bank. Dalam keadaan panik, nasabah menelepon nomor palsu itu dan terhubung kepada pelaku yang mengaku petugas bank.
"Jangan pernah memberikan nomor PIN. Jangan panik. Sebaiknya segera mendatangi ke pihak bank kalau bermasalah dengan mesin ATM," ucap Martin.
Ia menyebutkan, pembobol ATM bisanya lebih satu pelaku atau berkomplot. Guna mengantisipasi aksi pelaku kejahatan tersebut, sejumlah aparat kepolisian berjaga di lokasi ATM. Selain itu, pihak bank diminta menempatkan satpam.
"Tanyakan ke satpam, mesin ATM itu aman atau tidak. Atau gunakan ATM yang biasa digunakan. Nasabah yang mengalami masalah, bisa segera menghubungi polisi. Ingat, jangan percaya kepada pihak luar yang seolah-olah memberikan bantuan. Selain itu, saat menarik uang, ada baiknya tidak seorang diri. Mintalah ditemani keluarga," tutur Martin. (/)











































