Sejumlah pria berkaus biru tampak cekatan menyergap 'ular besi' yang berhenti di Stasiun Kereta Api Kiaracondong (Kircon). Mereka bersenjatakan slang, air, sabun dan sikat. Pasukan ini tergabung sebagai pencuci kereta. Byur!
Aep Saefulloh (30) bersama delapan anak buahnya, saban hari rutin membilas gerbong kereta. Sebagai pengawas pembersih, Aep mengawal pasukannya mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.
"Kalau hari biasa, kami mencuci tiga kereta. Kalau musim mudik ini, seharinya lima kereta," jelas Aep saat ditemui di Stasiun Kircon, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (16/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi mereka menjadi perhatian para pemudik yang berangkat dari Stasiun Kircon. Pekerjaan pencuci kereta ini tak lain demi kenyamanan penumpang.
"Kalau yang bersihkan gerbong empat orang. Lima orang lainnya bersih-bersih di dalam kereta," tuturnya.
Perlu waktu sekitar setengah jam mereka membuat kereta tampil kinclong. Para pencuci itu merupakan petugas khusus yang berada dinaungan PT Jatrako Daksa Utama.
"Sebulan, kami dibayar 650 ribu rupiah hingga 700 ribu rupiah," tutup Aep.
(bbp/ern)










































