"Awalnya ada yang beli untuk oleh-oleh buat saudaranya, dia pesen bedug kecil dalam jumlah banyak, kalau tidak salah waktu itu dia pesen 2 lusin," Ujar Amin ketika ditemui di tempat berjualannya.
Amin yang sudah 20 tahun menggeluti profesinya sebagai perajin bedug ini tak lantas langsung mengirimkan banyak produk ke luar Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amin menambahkan baru 5 tahun terakhir ini ia memasok permintaan bedug untuk kawasan Malaysia, Singapura dan Thailand. "Mereka minta dibikinkan bedug dalam bentuk yang seseungguhnya, malah ada yang minta dibikinkan yang jumbo," tambah Amin.
Amin membanderol bedug buatannya itu dari mulai harga Rp 500 ribu sampai Rp 500 juta. "Untuk yang ratusan juta itu untuk ke luar negeri, tapi ada juga orang sini yang pesen, yang mahal tuh kayunya. Kalau kulitnya sih relatif, tergantung ukuran," tuturnya.
Amin bersyukur ternyata buah karyanya mendapat perhatian dari luar negeri. "Mudah-mudahan yang pesan ada terus, biar usahanya tambah gede. Ini juga kan secara tidak langsung ikut memperkenalkan hasil karya Indonesia untuk dunia," ujarnya bangga.
(ern/ern)











































