Tahun ini ada yang berbeda yang dirasakan Yayan (24), salah seorang penjual bedug di Kawasan Kiara Condong, Bandung. Pasalnya jelang Lebaran Yayan merasakan penjualan bedugnya makin menurun. Ramadan tahun 2011 lalu Yayan mampu mengantongi Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per harinya. Namun kini Yayan harus gigit jari. Ia hanya mampu mendapat penghasilan Rp 250 ribu per hari.
"Tahun lalu H-5 tuh lagi rame-ramenya. Saya bisa dapet 2 kali lipat dibanding hari sebelumnya. Tapi tahun sekarang paling dapet setengahnya, itu juga bukan bedug tapi bedug buat hiasan yang ukurannnya mini," ujar Yayan pada detikbandung.
Yayan membanderol harga bedugnya di kisaran Rp 300 ribu sampai 2 juta. "Yang murah aja belum laku, saya ga berani pasang harga mahal, takut ga ada yang beli," Tambah Yayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Amin jika sepinya pembeli bedug ini merupakan buntut dari awetnya umur sebuah bedug. "Kalau ngerawatnya apik, 2 tahun tahan lah, paling Cuma servis ringan aja, jadi wajar kalau tahun sekarang sepi, pembeli pasti masih punya bedug yang layak yang dibeli tahun lalu," ujar Amin.
Amin menambahkan pada tahun ini ia hanya memproduksi bedug dalam jumah sedikit. "Tahun lalu sebulan penuh saya bisa produksi 20 sampai 30 bedug dan itu laku semua, sekarang cuma nyimpen stok 10 buah saja, itu pun baru laku 2 bedug," tutup Amin.
(/)











































