Teminal Cicaheum memperketat pengamanan saat masa arus mudil lebaran Idul Fitri 2012. "Kemarin (Senin) ada 50 sopir dites urine. Ternyata ada dua sopir terbukti mabuk. Satu orang karena pengaruh minuman keras, satu sopir lagi positif menggunakan obat-obatan terlarang," jelas Kepala Terminal Cicaheum Jujun Juanda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/8/2012).
Jujun mengatakan dua sopir teler itu awalnya tak bertugas. Namun karena ada bus kosong pengemudi, keduanya berinisiatif menggantikan. "Terbukti mabuk, kedua sopir itu kami keluarkan dari terminal," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sopir tak sehat itu juga karena faktor usia. Mereka di atas 55 tahun. Ya, akhirnya kami meminta sopir itu tidak mengemudikan kendaraan," terang Jujun.
Lebih lanjut Jujun menuturkan, tes urine dan kesehatan dilaksanakan tim gabungan dari Kementerian Kesehatan, Dinkes Jabar, dan Dinkes Kota Bandung. Kegiatan tersebut, ia menyebutkan, dilakukan secara mendadak.
"Dengan ditemukannya sopir mabuk, saya sudah sampaikan kepada pengusaha bus agar mengawasi para sopirnya. Bila masih ditemukan sopir mabuk, tentu kami larang mengendarai bus," ucap Jujun.
Memasuki H-5 lebaran atau Selasa (14/8/2012), kondisi Terminal Cicaheum masih terlihat sepi. Belum ada tanda-tanda lonjakan penumpang.
(bbp/ern)










































