Menurutnya itu berdasarkan roadmap yang dibuat enam universitas Indonesia yang dipaparkan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
"Presiden memanggil enam universitas, disuruh bikin roadmap. Dikasih waktu tiga bulan. Kemarin sudah dipaparkan hasil roadmap, karena sudah tiga bulan. Ternyata di situ rencananya pada 2018 akan diproduksi 10 ribu unit. Pada 2016 akan diproduksi 10 unit untuk contoh," ucap Gusti saat ditemui di Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya Presiden, kemarin habis pemaparan itu, meminta menteri terkait, seperti Perindustrian, BUMN, Keuangan, dan Perhubungan, supaya menyiapkan regulasinya. Sehingga nanti ada kemudahan. Termasuk misalnya, karena mobil listrik ini mahal, dengan adanya pengurangan pajak jadi turun harganya," tutur Gusti.
Lebih lanjut ia menuturkan, mobil listrik memasuki tahap riset prototipe. Kualitas mobil listrik akan terus diuji dan mencari kekurangan serta masukan agar nantinya tampil prima. Selain itu, riset-riset pun tetap dilakukan.
"Setelah prototipe riset, nanti ada tahap prototipe produksi. Kalau sudah begitu, tinggal produksi saja," ujar Gusti.
Ia menyebutkan, pada 2012 ini mobil listrik menjadi produk unggulan dalam negeri. Selain tanpa bahan bakar minyak (BBM) dan minyak pelumas, sambung Gusti, mobil listrik pun ramah lingkungan. Dia mengutarakan bahwa keberadaan mobil jangan tergantung BBM.
"Kalau mobil sudah listrik, sumbernya macam-macam. Bisa batubara, PLTA, PLTS, dan lainnya," jelasnya.
Seperti apa nanti menggandeng industri untuk produksi massal mobil listrik? Gusti mengatakan Presiden SBY sudah meminta BUMN terlibat langsung.
Melihat kondisi demikian, Gusti optimistis prosuksi massal mobil listrik bisa terlaksana. Buktinya, kata dia, penunjang sudah siap seperti dibangunnya 10 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Jakarta. Belum lagi tempat-tempat lainnya yang potensi menjadi SPUL.
"Nanti (SPUL) ada di mal-mal, tempat parkir. Nah, Carrefour juga sudah siap," ungkap Gusti.
(bbp/ern)










































