Pemilik grup facebook NETIZEN PHOTO PRFM buru-buru menyembunyikan identitas pengirim video yang merekam oknum polisi lalu lintas (polantas) yang menerima suap dari pengendara mobil. Video tersebut beredar di grup tersebut sejak 4 Agustus 2012.
"Demi keamanan pengirim berita, PRFM me re-upload video kiriman pendengar tentang aksi suap yang terjadi antara pengendara mobil dan petugas kepolisian di depan PT Pos Bandung, Jalan Asia Afrika," jelas kata Pemred PRFM Aris Hermansyah saat dihubungi detikbandung, Senin (6/8/2012).
Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 WIB tadi, nama dan foto pengirim melalui akun facebook-nya terpampang jelas. Facebookers itu pria berinisial ER.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perekam mengatakan posisi perekaman gambar diambil dari atas Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Pos dan Giro Bandung. Melihat kualitas resolusi gambar, Aris menyebutkan, perekam gambar menggunakan kamera telepon genggam.
Belum diketahui pasti apakah polisi itu personel Satlantas Polrestabes Bandung atau Unitlantas Polsek Sumur Bandung.
Apa alasan PRFM membuat grup yang menjadikan warga untuk terlibat berbagi informasi berupa foto, video? "Di era konvergensi teknologi, media sosial seperti facebook dan twitter menjadi perpanjangan siaran PRFM yang berkonsep citizen journalism. Tidak hanya melalui suara, pendengar juga bisa mengirimkan keluhannya berupa foto dan video," tutur Aris.
(bbp/ern)











































