Polisi Antisipasi Aksi Teroris Saat Mudik Lebaran

Polisi Antisipasi Aksi Teroris Saat Mudik Lebaran

Baban Gandapurnama - detikNews
Minggu, 05 Agu 2012 13:48 WIB
Bandung - Polisi memperketat pengamanan selama mudik hari raya Idul Fitri 2012. Gangguan keamanan seperti sabotase dan teroris menjadi sorotan yang akan diantisipasi aparat keamanan.

Wakapolda Jabar Brigjen Pol Hengkie Kaluara mengatakan pola pengamanan diterapkan dengan menempatkan personel di titik-titik jalur mudik dan balik lebaran. Serta menyebarkan petugas di lokasi terminal, stasiun, dan bandara.

"Pemetaan sudah dilakukan guna mengantisipasi ancaman keamanan dan aksi teroris," ucap Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigadir Jenderal Hengkie Kaluara di Bandung, Minggu (5/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan pengamanan ini bersandi Operasi Ketupat Lodaya 2012 mulai 11 Agustus hingga 26 Agustus mendatang. Operasi tersebut mengerahkan 29.209 personel gabungan dengan melibatkan unsur Polri, TNI, dan instansi terkait.

Di wilayah hukum Polda Jabar terdapat empat stasiun kereta api yakni Stasiun Cirebon, Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, dan Stasiun Banjar. Sedangkan terminal yaitu Terminal Leuwipanjang, Cicaheum, Guntur, dan Baranangsiang. Pengamanan dilakukan juga di Bandara Husein Sastranegara. Lokasi-lokasi tersebut menjadi gerbang masuk dan keluar para pemudik.

"Di tempat tersebut disiagakan personel Brimob dan Sabhara. Juga dilakukan pola pengamanan tertutup dan terbuka," kata Hengkie

Sejumlah objek vital lainnya tak luput dari penjagaan. Depo Pertamina, misalnya, perlu mendapat perhatian pengamanan guna mencegah sabotase. Ada lima Depo Pertamina di wilayah Jabar masing-masing Balongan, Gedebage, Padalarang, Tasikmalaya, dan Karawang.

"Kami menilai tempat-tempat tersebut rawan gangguan keamanan. Ya tentu pengamanan maksimal perlu dilakukan untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban," singkat Hengkie.

(bbp/ern)


Berita Terkait