36 Gepok Uang Asing Diduga Hendak Diedarkan ke Mancanegara

36 Gepok Uang Asing Diduga Hendak Diedarkan ke Mancanegara

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 30 Jul 2012 17:53 WIB
36 Gepok Uang Asing Diduga Hendak Diedarkan ke Mancanegara
Bandung - Sebanyak 36 gepok uang asing jenis kertas yang diperoleh dari empat tersangka, diduga hendak diedarkan ke mancanegara. Terungkap salah satu tersangka mengaku-ngaku sebagai pegawai Bank Indonesia (BI).

Para tersangka itu terdiri dari tiga pria masing-masing berinisial SS (49), S (57), dan C (52), serta seorang perempuan berinisial AYM (39). Mereka saat ini mendekam di sel tahanan Mapolsek Andir.

"Uang asing diduga palsu itu kemungkinan akan diedarkan ke mancanegara oleh SS. Tersangka ini pernah ke luar negeri, dan mengaku dalam waktu dekat akan kembali ke luar negeri," tutur Kapolsek Andir Kompol Fillol Praja kepada wartawan di Mapolsek Andir, Jalan Rajawali, Kota Bandung, Senin (30/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan uang palsu kertas pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu hendak diedarkan di wilayah Jawa Barat. "Tetapi belum semuanya beredar. Baru beredar itu 350 ribu rupiah yang dibelanjakan AYM membeli mukena di Pasarbaru Bandung. Tetapi itupun keburu tertangkap basah," terang Fillol.

Duit lembaran rupiah, Fillol, dipastikan palsu setelah diperiksa Bank Indonesia. Sementara uang asing diduga palsu masih perlu penjelasan resmi dari pihak duta besar (Dubes).

Barang bukti disita polisi berupa uang palsu sebanyak Rp 165 juta terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Serta 36 gepok uang asing diduga palsu masing masing Donk pecahan 5 sebanyak 99 lembar, CTO pecahan 100 sebanyak 98 lembar, Fran pecahan 100 sebanyak 99 lembar, Alaska pecahan 50 ribu sebanyak 99 lembar, dan Brazil pecahan 5 ribu sebanyak 99 lembar. Serta menagamankan satu unit mobil milik tersangka, dan satu alat ultraviolet atau pemeriksa keaslian uang.

(bbp/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini