Petugas Diskar Beli Makan Sahur dan Buka dengan Kocek Sendiri

Petugas Diskar Beli Makan Sahur dan Buka dengan Kocek Sendiri

Oris Riswan Budiana - detikNews
Jumat, 27 Jul 2012 11:39 WIB
Bandung - Di tengah tugasnya yang harus siaga 24 jam, termasuk saat Ramadan, para petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar) Kota Bandung tetap semangat menjalankan puasa. Sebagai penjinak api, puasa tak jadi halangan untuk bertugas maksimal.

Untuk menjaga stamina dan puasanya lancar, mereka juga harus makan sahur dan tajil. Namun tahukah anda jika mereka harus merogoh koceknya sendiri untuk membeli makan sahur dan takjil?

"Enggak ada paket (anggaran - red) khusus untuk biaya makan sahur dan buka puasa bagi mereka yang bertugas," ucap Herry Iswara, staf pengendalian operasi Diskar Kota Bandung.

Untuk membeli takjil atau hidangan berbuka puasa, mereka biasanya urunan membeli kolak atau makanan lainnya. "Untuk takjil, biasanya kita bareng-bareng makannya di pos piket. Itu pengalaman yang seru dan rutin setiap Ramadan kalau di sini," jelas Herry.

Sementara untuk makan berat alias nasi, mereka biasanya membeli makanan di warung sekitar markas. Begitu juga untuk makan sahur. Namun hal itu dijalani dengan ikhlas oleh para penjinak api itu. Mereka berharap apa yang dilakukan memiliki berkah tersendiri.

Detikbandung pun berkesempatan untuk ikut buka puasa bareng bersama para petugas Diskar. Sekitar 30 menit sebelum adzan magrib tiba, mereka berkumpul di sekitar pos piket. Sambil menunggu adzan magrib tiba, mereka berbincang. Namun, mereka tetap siaga jika sewaktu-waktu harus pergi untuk memadamkan api.

Makanan seperti kolak dan gorengan disajikan di pos piket. Begitu adzan berkumandang, secara serempak mereka menyantapnya. Sambil sekedar ngobrol-ngobrol, suasana berbuka puasa di sana terbilang cukup hangat.

Usai berbuka, para petugas Diskar biasanya satu per satu shalat dan dilanjutkan dengan mencari makanan untuk mengisi energi setelah seharian menahan haus dan lapar.

Herry mengatakan, setiap hari ada sediktnya satu pleton atau 40 personel Diskar yang siaga di lokasi selama 24 jam. Mereka baru libur bertugas setelah ada shift berikutnya yang menggantikan tugasnya. Total ada tiga pleton sehingga setelah bertugas 24 jam mereka langsung dapat jatah libur dua hari.

"Tapi meskipun libur, mereka tetap siaga. Jadi ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, mereka tetap harus siap," kata Herry. Dan untuk kegiatan selama Ramadan, ia menyatakan tidak ada bedanya dibanding hari lainnya.

(orb/ern)


Berita Terkait