Pantauan detikbandung di Pasar Kiaracondong, Rabu (25/7/2012), 12 pedagang tahu tempe masih terlihat berdagang. Namun diakui salah satu pedagang Nano (46), jumlah barang dagangannya menyusut drastis. "Ini dagangan sedikit tuh bukan laris, tapi memang dari pabriknya dikirm segini," keluh Nano ketika ditemui di tempat berjualannya.
Nano pun hari ini hanya menjual tahu, sebab tempe kosong. "Bikin tempe kan lama, 3 – 4 hari lah, karena mesti diperam dulu, kalaupun ada yang jualan tempe, ya itu pasti tempe yang dibikin sebelum ada instruksi mogok," ujar Nano. 12 pedagang tahu tempe di Pasar Kiaracondong memang terlihat hanya menjual tahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini saya Cuma jualan tempe, ini juga ngabisin yang dikirim kemarin-kemarint," ujar Maman.
Maman yang biasa mendapatkan rata – rata 100 potong kiriman tempe per hari dengan berbagai ukuran, harus gigit jari karena kiriman ke kiosnya sejak kemarin menjadi setengahnya saja. "Biasanya sehari dapet 30 potong yang besar, sisanya yang kecil, sekarang ngabisin yang ada aja," ujar Maman.
Maman berharap, mogok produksi tahu dan tempe tidak sampai berlarut-larut. "Mudah-mudahan jangan sampe lama, saya bingung kalau harus terus libur jualan," keluh Maman.
(ern/ern)










































