Hari Pertama Mogok, Tahu Tempe Mulai Sulit Dicari

Hari Pertama Mogok, Tahu Tempe Mulai Sulit Dicari

Djuli Pamungkas - detikNews
Rabu, 25 Jul 2012 12:20 WIB
Hari Pertama Mogok, Tahu Tempe Mulai Sulit Dicari
Bandung - Mogok produksi para perajin tahu tempe hari ini ternyata benar-benar terjadi. Buktinya di sejumlah pasar di Bandung keberadaan tahu dan tempe mulai sulit ditemukan. Walaupun ada jumlahnya sedikit dibandingkan hari-hari sebelum mogok.

Pantauan detikbandung di Pasar Kiaracondong, Rabu (25/7/2012), 12 pedagang tahu tempe masih terlihat berdagang. Namun diakui salah satu pedagang Nano (46), jumlah barang dagangannya menyusut drastis. "Ini dagangan sedikit tuh bukan laris, tapi memang dari pabriknya dikirm segini," keluh Nano ketika ditemui di tempat berjualannya.

Nano pun hari ini hanya menjual tahu, sebab tempe kosong. "Bikin tempe kan lama, 3 – 4 hari lah, karena mesti diperam dulu, kalaupun ada yang jualan tempe, ya itu pasti tempe yang dibikin sebelum ada instruksi mogok," ujar Nano. 12 pedagang tahu tempe di Pasar Kiaracondong memang terlihat hanya menjual tahu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan Pasar Kosambi, para pedagang di sana yang berjumlah lima orang justru hanya menjual tempe. Itu pun menghabiskan stok yang kemarin. Menurut salah seorang pedagang, Maman (59), hari ini tidak ada kiriman tahu ke kiosnya.

"Hari ini saya Cuma jualan tempe, ini juga ngabisin yang dikirim kemarin-kemarint," ujar Maman.

Maman yang biasa mendapatkan rata – rata 100 potong kiriman tempe per hari dengan berbagai ukuran, harus gigit jari karena kiriman ke kiosnya sejak kemarin menjadi setengahnya saja. "Biasanya sehari dapet 30 potong yang besar, sisanya yang kecil, sekarang ngabisin yang ada aja," ujar Maman.

Maman berharap, mogok produksi tahu dan tempe tidak sampai berlarut-larut. "Mudah-mudahan jangan sampe lama, saya bingung kalau harus terus libur jualan," keluh Maman.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini