Gubernur Jabar Minta Perajin Tahu Tempe Batalkan Aksi Mogok

Gubernur Jabar Minta Perajin Tahu Tempe Batalkan Aksi Mogok

Oris Riswan Budiana - detikNews
Selasa, 24 Jul 2012 15:33 WIB
Gubernur Jabar Minta Perajin Tahu Tempe Batalkan Aksi Mogok
Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyayangkan rencana aksi mogok perajin tahu tempe yang rencananya akan dimulai besok hingga Jumat (25-27/7/2012). Ia meminta para perajin mengurungkan niatnya untuk mogok. Menurutnya itu menyelesaikan persoalan.

"Mogok kan tidak berarti menyelesaikan masalah," ujar Heryawan saat ditemui di Pusat Dakwah Indonesia (Pusdai), Jalan Diponegoro, Selasa (24/7/2012).

Sejauh ini, sambung dia, kacang kedelai lebih banyak diimpor. Karena merupakan barang impor, pemprov tidak bisa mengambil tindakan agar harga kedelai kembali normal. "Kedelai itu kan impor, kebijakan impor itu ada di pemerintah pusat, bukan di kita," cetusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Heryawan mengaku pihaknya mendorong agar pemerintah pusat agar mengimpor kedelai lebih banyak. Dengan cara itu, diyakini harga kedelai akan kembali turun. Di tingkat pemprov, yang bisa dilakukan adalah memperlancar distribusi kedelai ke berbagai daerah.

Heryawan berharap aksi mogok tak terjadi. Menurutnya sebaiknya permasalahan naiknya harga kedelai dibicarakan dengan cara yang baik, bukan mogok.

"Kita lihat dulu permasalahannya di mana. Kalau permasalahannya di tingkat Jabar, kita bicarakan," tandas Heryawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 14 ribu perajin tahu tempe di Jabar akan melakukan aksi mogok selama tiga hari mulai besok. Ini sebagai luapan protes mereka karena harga kacang kedelai terus naik. Saat ini kacang kedelai Rp 8 ribu per kg.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini