"Mogok kan tidak berarti menyelesaikan masalah," ujar Heryawan saat ditemui di Pusat Dakwah Indonesia (Pusdai), Jalan Diponegoro, Selasa (24/7/2012).
Sejauh ini, sambung dia, kacang kedelai lebih banyak diimpor. Karena merupakan barang impor, pemprov tidak bisa mengambil tindakan agar harga kedelai kembali normal. "Kedelai itu kan impor, kebijakan impor itu ada di pemerintah pusat, bukan di kita," cetusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heryawan berharap aksi mogok tak terjadi. Menurutnya sebaiknya permasalahan naiknya harga kedelai dibicarakan dengan cara yang baik, bukan mogok.
"Kita lihat dulu permasalahannya di mana. Kalau permasalahannya di tingkat Jabar, kita bicarakan," tandas Heryawan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 14 ribu perajin tahu tempe di Jabar akan melakukan aksi mogok selama tiga hari mulai besok. Ini sebagai luapan protes mereka karena harga kacang kedelai terus naik. Saat ini kacang kedelai Rp 8 ribu per kg.
(orb/ern)










































