Mapancas Gelar Teaterikal, Jalan Diponegoro Sempat Satu Jalur

Mapancas Gelar Teaterikal, Jalan Diponegoro Sempat Satu Jalur

Oris Riswan Budiana - detikNews
Jumat, 13 Jul 2012 14:06 WIB
Bandung - Mahasiswa Pancasila (Mapancas) menggelar aksi di depan Gedung Sate, tepatnya di Jalan Diponegoro, Jumat (13/7/2012). Salah seorang di antaranya bahkan melakukan aksi teaterikal. Akibatnya, Jalan Diponegoro sempat dibuat satu jalur.

Tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB, massa langsung berorasi di pinggir jalan. Namun massa yang berjumlah sekitar 20 orang itu kemudian bergeser ke tengah jalan.

Seorang dari massa yang badannya dicat putih kemudian memeragakan aksi penderitaan. Pria itu kesulitan berdiri. Ia lalu meminum cairan merah dari botol air mineral yang menyimbolkan darah. Tak hanya itu, pria itu juga menggigit sepatunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia lalu berdiri dan memperlihatkan poster bertuliskan 'Negara Republik Hutang'. Tak cukup di situ, ia berguling-guling di jalan dan mengundang perhatian pengendara yang melintas di lokasi.

Melihat massa yang beraksi di tengah jalan, polisi langsung mengatur arus lalu lintas. Jalan sempat menjadi satu jalur. Namun tak lama kemudian arus lalu lintas kembali menjadi dua jalur.

Ketua Mapancas Jabar Imam Syafei mengatakan, aksi dilakukan sebagai bentuk protes dan meminta klarifikasi Menteri Keuangan atas pinjaman 1 miliar dollar ke IMF.

"Kami menolak itu karena hutang Indonesia masih sangat besar," tegas Imam.

Soal aksi teatrikal, ia menyebut itu dimaksudkan sebagai sindiran bagi pemerintah. "Ini gambaran masyarakat kita yang memprihatinkan," jelasnya.

Dalam aksinya, massa akan menyampaikan surat ke DPR RI dan DPD RI terkait permintaan klarifikasi Menkeu RI atas pinjaman tersebut. Surat akan disampaikan melalui DPRD Jabar.

Sebelumnya, massa juga sempat menggelar aksi serupa di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bandung. Mereka mendesak BI menyampaikan klarifikasi serupa pada Menteri Keuangan. Selain itu, massa juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar untuk melakukan klarifikasi serupa.

Aksi yang dilakukan mahasiswa itu dijaga lebih dari 20 polisi. Mereka mengatur arus lalu lintas di lokasi. Namun tidak terjadi kemacetan di sekitar lokasi karena jumlah massa yang sedikit dan kendaraan yang melintas tidak terlalu banyak.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini