Iwan Sulandjana Makin Gencar 'Kampanye'

Iwan Sulandjana Makin Gencar 'Kampanye'

Oris Riswan Budiana - detikNews
Rabu, 11 Jul 2012 16:42 WIB
Iwan Sulandjana Makin Gencar Kampanye
Bandung -

Salah seorang bakal calon gubernur Jabar dari Partai Demokrat, Iwan Sulandjana, makin gencar 'kampanye'. Usai meluncurkan layanan SMS interaktif untuk curhat, ia kini meluncurkan program lainnya.

Program itu masih mengandalkan layanan SMS. Tiga layanan yang diluncurkan yakni layanan bantuan hukum (LBH), layanan informasi dan publikasi usaha rakyat (LIPUR), serta layanan pengaduan pelestarian lingkungan (LPPL).

"Jadi mulai hari ini saya meluncurkan tiga program baru," ujar Iwan dalam konferensi pers di Hotel Karang Setra, Jalan Karang Tineung, Selasa (11/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskannya, semua layanan itu bisa digunakan siapapun dengan metode layanan via SMS. Iwan akan memberikan solusi hingga bantuan hukum bagi mereka yang mengadu.

"Semua layanan ini gratis. Pulsa yang dipakai untuk SMS pun tarifnya normal," jelas Iwan.

Nomor yang bisa dipakai untuk layanan tanya-jawab ilmu pengetahuan dan curhat yakni 083821888999, untuk LBH 085721911911, LIPUR 085315911911, dan LPPL 083823777888.

Iwan mengatakan program itu sengaja diluncurkan dengan nama Program Mencerdaskan Masyarakat Jabar. Ia sendiri tidak menampik jika program itu bagian dari upaya meningkatkan citra jelang Pilgub Jabar 2013.

"Ini salah satu upaya saya untuk melihat popularitas dan elektabilitas saya. Program seperti ini tidak dilakukan balon lain," tutur Iwan.

Jika nantinya terpilih sebagai gubernur Jabar, Iwan menyebut programnya akan dilanjutkan dan tidak menutup kemungkinan menggunakan dana APBD. Pengelolaannya pun akan dikelola Pemprov Jabar.

"Tapi kalau tidak terpilih, saya upayakan layanan ini tetap ada. Programnya sama, tapi mungkin namanya akan jadi Demokrat Menjawab. Dan tidak menutup kemungkinan juga program ini akan diserahkan pada bupati atau walikota yang terpilih di salah satu daerah di Jabar," paparnya.

Namun ia berharap program itu akan tetap ada hingga menjelang pilpres mendatang. Itu demi menjaga popularitas Partai Demokrat yang kini mengalami penurunan.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini