Fortusis Buka Posko Pengaduan Perpeloncoan

Fortusis Buka Posko Pengaduan Perpeloncoan

- detikNews
Senin, 09 Jul 2012 11:55 WIB
Fortusis Buka Posko Pengaduan Perpeloncoan
Bandung - Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Kota Bandung membuka posko pengaduan bagi masyarakat atau orang tua peserta didik baru bila menemukan perpeloncoan saat pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru 2012/2013 tingkat SD hingga SMA, dilaksanakan mulai Senin (9/7/2012) ini. "Ya, kami siap membuka posko pengaduan. Orangtua murid baru serta masyarakat bisa melapor jika mendapati indikasi perpeloncoan di sekolah," jelas Ketua Fortusis Bandung Dwi Subawanto saat dihubungi detikbandung via ponsel.

Menurut Dwi, panitia dilarang keras melakukan kegiatan mengarah perpeloncoan selama berlangsungnya MPLS. Juga membebani murid baru dengan tugas-tugas yang tak mendidik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Enggak boleh itu menyuruh membawa balon, rambut murid perempuan dikepang, atau diminta membawa air miniral kemasan dengan merek-merek aneh. Ini 'kan sudah membebani biaya kepada siswa baru. Kasiang dong bagi yang golongan tidak mampu," tutur Dwi.

Pihak sekolah, kata Dwi, seharunya tidak membebani peserta didik baru dengan tugas berbau nilai ekonomi. Soal membawa balon, menurut Dwi, biaya pembelian semestinya dari pihak sekolah.

Bagi masyarakat atau orang tua peserta didik baru mengetahui perpeloncoan segera melapor ke Sekretariat Fortusis Kota Bandung di Jalan Patrakomala No.40, Bandung, atau bisa menghubungi nomor 022-76677778. Laporan bisa melalui surat atau datang ke sekretariat.

Setelah mendapat laporan, lanjut Dwi, pihaknya akan melakukan klarifikasi dan mencari bukti ke sekolah yang dilaporkan. Selanjutnya, pihak Fortusis melaporkannya fakta-fakta kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung. "Kalau terbukti ada perpeloncoan, kami meminta kepala sekolah, guru, atau siswa panitia dikenai sanksi. Nah, sanksi itu tergantung dari Disdik," ucapnya.

Hingga siang ini, Dwi mengaku belum mendapat aduan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan adanya kegiatan pepeloncoan. Jaringan Fortusis yang menyebar di seluruh sekolah pun belum memberikan informasi.

"Mudah-mudahan tidak terjadi perpeloncoan. Laksanakan kegiatan MPLS itu dengan cara edukatif. Jangan terjadi peserta didik baru tidak hadir MPLS gara-gara perpeloncoan atau terbebani dengan tugas-tugas aneh," tutup Dwi.
(bbn/bbn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads