Menikah Jangan Karena Dicap Perawan Tua

Menikah Jangan Karena Dicap Perawan Tua

Tya Eka Yulianti - detikNews
Minggu, 08 Jul 2012 17:24 WIB
Menikah Jangan Karena Dicap Perawan Tua
Bandung -

Keluarga menjadi modal sosial untuk pembangunan dan tatanan negara yang kuat. Keluarga juga merupakan media pembentuk sumber daya manusia untuk kemajuan bangsa. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Netty Heryawan.

"Bicara tentang keluarga, keluarga adalah modal sosial untuk pembangunan. Seperti sistem obat nyamuk, kalau keluarga kuat, negara akan kuat. Kalau keluarga carut marut, misalnya anaknya gunakan narkoba atau korban pergaulan bebas, itu akan memandulkan produktifitas negara," ujar Netty saat menjadi pembicara dalam acara Sarasehan Peringatan Hari Keluarga Nasional 'Pengokohan Posisi dan Peran Keluarga dalam Peningkatan Kualitas Kehidupan Berbangsa dan Bernegara' di Rumah Keluarga Indonesia PKS, Jalan Katamso, Minggu (8/7/2012).

Untuk penguatan keluarga, sejak awal diperlukan pondasi yang kuat saat membentuk keluarga. "Alasan membentuk keluarga, jangan hanya karena kalau belum menikah dianggap aib. Jadi perawan tua. Atau karena tuntutan keluarga," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menerangkan, dalam keluarga dibutuhkan keharmonisan yang terbentuk karena anggota keluarga mengerti dengan perannya masing-masing. Sementara itu, Lia Dahlia dari Bidang Perempuan DPW PKS Jabar mengatakan bahwa saat ini ada beberapa masalah yang dihadapi keluarga, seperti sikap individualisme.

"Arus informasi saat ini begitu deras. Ekspansi budaya luar bukan hanya terjadi di luar rumah, namun juga ada di rumah kita sendiri. Misalnya, individualime anggota keluarga. Ada orang tua yang tidak tahu, apa yang dilakukan anak-anaknya di luar. Padahal itu tanggungjawab mereka," kata Lia.

Selain itu, masalah lainnya yaitu hedonisme, misalnya anak menggemari artis hingga mengikuti gaya hidupnya. "Hedonisme ini tidak hanya terjadi di keluarga kaya saja, tapi juga di keluarga miskin," tuturnya.

Menjadikan keluarga sebagai basis pembentuk masyarakat yang berkualitas pun menjadi sebuah tantangan. Pada kesempatan tersebut, Lia pun memperkenalkan adanya program PKS yaitu Pengarus Utamaan Keluarga yang membentuk Rumah Keluarga Indonesia.

"RKI ini diharapkan menjadi mitra keluarga untuk membentuk keluarga yang berkualitas. Karena didalam membangun keluarga itu ada keilmuan, ada masalah tanggungjawab anggota keluarga, hal ini bisa disosialisasikan," jelas Lia.

Kegiatan yang dilakukan di RKI diantaranya pemberian pemahaman konsep keluarga, konseling, serta pelatihan keterampilan sebagai bagian penguatan ekonomi keluarga.

(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini