Festival Layangan akan Digelar Tiga Kali Setahun

Festival Layangan akan Digelar Tiga Kali Setahun

Oris Riswan Budiana - detikNews
Sabtu, 07 Jul 2012 18:34 WIB
Bandung - Ketua Art Kite Indonesia Liannawati menyatakan festival layang-layang di Lapangan Udara (Lanud) Sulaeman bakal digelar rutin. Setiap tahun rencananya akan ada tiga kali penyelenggaraan.

"Insya Allah kegiatan seperti ini terus berlanjut di sini. Insya Allah akan diadakan tiga kali setahun," ujar Liannawati saat ditemui di acara Bandung International Kite Festival di Lanud Sulaeman, Sabtu (7/7/2012).

Alasannya, peminat olahraga layang-layang atau yang biasa disebut pelayang cukup banyak. Tak hanya di Indonesia, pelayang di luar negeri pun jumlahnya sangat banyak. Dan lewat festival layangan, biasanya para pelayang dari mana-mana akan berkumpul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wagub Jabar Dede Yusuf menyambut baik adanya rencana tersebut. Meski festival dikelola secara swadaya, kegiatan seperti festival layangan akan menambah daya tarik Jabar bagi wisatawan lokal dan asing. "Ini bisa jadi daya tarik wisata," ungkapnya.

Ia optimistis festival serupa juga akan memancing para pelayang dari dalam dan luar negeri. Sebab para pelayang biasanya selalu mengejar event-event seperti festival untuk menampilkan layangan terbaiknya.

"Penggemar layang-layang ini seperti surfing. Bagi surfer, di mana pun ada ombak bagus, pasti dikejar di belahan dunia mana pun. Pelayang saya rasa juga demikian," jelas Dede.

Danlanud Sulaeman Kolonel Pnb Elianto Susetyo mengaku tidak keberatan dengan adanya festival layang-layang yang bakal digelar rutin di Lanud Sulaeman. Hal itu justru akan memancing warga untuk datang ke lokasi.

"Sejak saya ke sini, saya berusaha buka (Lanud Sulaeman) ini untuk umum karena kita punya fasilitas yang bisa digunakan untuk wisata," ucapnya.

Elianto berharap, paradigma tempat militer sebagai lokasi seram dan tertutup bagi umum perlahan-lahan ingin dihilangkan. "Dengan begini kan semua orang bisa masuk ke sini. Tapi tentu ada prosedur yang harus dipenuhi. Paling cuma meninggalkan KTP, habis itu diambil lagi saat pulang. Enggak ribet kok," paparnya.

Disinggung soal lapangan yang dipakai pelayang untuk menerbangkan layang-layang, Elianto menyatakan hal itu tidak mengganggu aktivitas di Lanud Husein. Sebab di lokasi lebih banyak digunakan sebagai tempat pendidikan, bukan area penerbangan.

Kalaupun ada pesawat yang terbang dari sana, itu hanya pesawat kecil seperti trike. "Jadi kegiatan seperti ini memang tidak mengganggu," tandas Elianto.

(orb/orb)


Berita Terkait