Penemuan katabelece itu didapatkan di hampir semua sekolah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).
"Hampir di semua sekolah ada siswa titipan yang masuk menggunakan surat sakti tersebut," kata Koordinator KPKB Iwan Hermawan saat ditemui di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (4/7/2012).
Melalui surat sakti tersebut, para pejabat maupun anggota dewan merekomendasikan sejumlah nama agar diterima di sekolah yang dimaksud.
"Para kepala sekolah juga tidak bisa berbuat apa-apa menerima surat sakti tersebut dan mayoritas siswa yang direkomendasikan diterima," jelasnya.
Akibatnya, hampir semua sekolah mengalami over kuota. "Yang seharusnya satu kelas itu 36 siswa, sekarang mayoritas 40 siswa," tutur Iwan.
"Selain itu siswa miskin yang ada di sekitar sekolah tidak bisa masuk ke sana," tambah Iwan.
Β
Iwan pun sempat memperlihatkan sejumlah surat sakti yang dimaksud. Surat-surat itu seolah memakai kop surat dari DPRD Kota Bandung dan DPRD Jabar. Sementara yang dikeluarkan pejabat di internal Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar dibuat menggunakan tulisan tangan dan dibubuhi nama pejabat yang bersangkutan.
(orb/ern)











































