Hal itu diungkapkan YH saat ditanyai wartawan saat ekspos Satuan Reskrim Polrestabes Bandung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (3/7/2012). "Biasanya bisa 10 menit. Motor matik atau yang biasa sama saja," ujar YH.
Ia mengaku, saat beraksi dirinya berperan sebagai yang mengawasi. Sementara rekannya yang masih DPO, MH berperan sebagai pemetik dengan menggunakan kunci letter T atau astag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bapak dua anak ini mengatakan untuk 1 motor yang berhasil dicuri, ia mendapat Rp 500 ribu. "Uangnya untuk sehari-hari aja," katanya.
Dalam sehari, paling banyak ia bisa mencuri 2 motor. Target lokasinya yaitu motor yang diparkir ditempat sepi.
"Kalau yang pakai kunci ganda sih enggak diambil," tuturnya.
YH baru saja April lalu keluar dari tahanan karena kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). YH kembali ditangkap akibat kasus yang sama, 24 Juni lalu. Dalam kurun waktu tersebut, sedikitnya ia telah melakukan 20 kali pencurian motor di Kota Bandung. Ia pun harus kembali ke tahanan setelah timah panas bersarang di kaki kanannya.
(tya/ern)










































