Institut Teknologi Bandung (ITB) memperingati 92 tahun Perguruan Tinggi Teknik Indonesia. Acara yang digelar di Aula Barat tersebut dihadiri menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Sejarah perguruan tinggi teknik di Indonesia dimulai pada 3 Juli 1920 silam. Kala itu, Gubernur Jenderal Jhr Mr JP Graaf van Limburg Stirum meresmikan Technische Hogeschool (TH) di tengah persawahan yang membentang di antara Cikapundung dan Jalan Dago. Saat ini TH tersebut telah menjelma menjadi ITB.
"ITB melalui perjalanan panjangnya telah menginisiasi banyak kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab permasalahan pembangunan bangsa melalui pengembangan dan adopsi ipteks. Kami juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan, pemerintah dan kelompok sosial di masyarakat," ujar Rektor ITB Akhmaloka dalam sambutannya, Selasa (3/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti permasalahan iklim global, keberlanjutan energi, ketahanan pangan, ekonomi berbasis informasi, ekonomi berbasis keanekaragaman hayati, mitigasi bencana serta keamanan nasional di area perbatasan," ujar Akhmaloka.
Ke depan, lanjut Akhmaloka, ITB akan terus meningkatkan kolaborasi dan kemitraan dengan beragam pihak, guna menjawab permasalahan-permasalahan tersebut dengan lebih baik lagi.
"Ada satu catatan yang perlu ditambahkan, Ipteks tidak akan menjadi agent of development jika lembaga-lembaga pendidikan ipteks bekerja sendiri dan terisolasi dari lembaga-lembaga lain di masyarakat," pungkasnya.
Dalam peringatan 92 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia ini hadir juga Penerima Penghargaan Ganesa, Pimpinan dan Anggota Majelis Wali Amanat, Pimpinan dan Anggota Senat Akademik, Pimpinan dan Anggota Majelis Guru Besar, Pimpinan dan Anggota Dewan Audit, Pimpinan Daerah dan undangan lainnya.
(avi/ern)










































