"Jabar ini kan luas, kalau melihat 250 sengketa informasi di Jabar, prediksi kami itu merupakan yang tertinggi dibanding daerah lain," kata Ketua KIP Abdul Rahman Mamun saat ditemui di Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Rabu (27/6/2012).
Dari angka itu, ia melihat kesadaran masyarakat untuk mendapatkan informasi sebagai haknya sudah cukup baik. Meski begitu, diyakini masih banyak yang belum paham bahwa kebutuhan informasi adalah sebuah hak. Tapi dibanding daerah lain, kesadaran masyarakat Jabar atas informasi jauh lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua KID Jabar Dan Satriana menambahkan, dari jumlah 250 sengketa informasi yang ditangani, 102 di antaranya sudah selesai lewat proses mediasi dan ajudikasi. Hingga akhir bulan ini, KID Jabar menargetkan bisa menyelesaikan total 201 sengketa. Jumlah itu sudah termasuk 102 sengketa yang sudah selesai.
"Mudah-mudahan bulan ini kita bisa menyelesaikan hingga 201 sengketa informasi. Itu target kami," ucap Dan.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengakui keberadaan KID Jabar cukup efektif. Itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang melaporkan sengketa informasi. Ia berharap, mereka yang meminta informasi bisa bertanggungjawab atas informasi yang didapatnya setelah melapor ke KID.
"Yang memberikan dan menerima informasi juga harus bertanggungjawab atas informasi itu. Jangan sampai informasi yang diterima ternyata dibuat atau dianalisa macam-macam," tegas Heryawan.
(/)










































