Civitas akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung kembali geger dengan adanya dugaan plagiat yang dilakukan oleh salah seorang dosen. Kasus yang diduga menjerat seorang profesor ini sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Sebelumnya pada Maret 2012 lalu, tiga doktor UPI pun terjerat kasus yang sama. Profesor yang diduga melakukan plagiat berinisial DB.
Menurut sumber detikbandung, Rabu (20/6/2012), kasus ini bermula saat 2007 silam. Di mana DB menjadi dosen mahasiswa S-3 Program Studi Ilmu Pengatahuan Sosial(IPS) Konsentrasi Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga mahasiswa itu adalah Dr Samsuri, Dr Deny Setiwan dan Dikdik Baehaqy Arif, M.Pd. Saat itu ketiganya tidak memprotesnya, karena posisi mereka masih sebagai mahasiswa DB. Namun pada 2010, Samsuri dan Deny melaporkan hal ini kepada Ketua Prodi IPS SPs UPI (Prof Dr Enok Maryani) dan Ketua Prodi PKn SPs UPI yang baru (Prof. Dr. Sapriya). Bahkan Deny melaporkan hal ini sampai ke Pembantu Rektor II UPI (Prof Dr Idrus Afandi). Tetapi hingga kini soal ini tidak diproses.
Masih menurut sumber detikbandung, bukti jika DB melakukan plagiat makin terlihat saat Februari 2012 lalu, DB dan USW mengeluarkan buku berjudul 'Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Perspektif Internasional', di mana pada bab 3 soal civic education di negara-negara Asia dan Afrika, kini dituliskan nama penulisnya. Bab 3 pada buku baru sama persis dengan bab 3 pada buku lama, karya tiga mahasiswa yang karyanya diduga kuat dijiplak. DB dan USW kini tertulis sebagai editor.
"Jadi malah dengan adanya buku baru ini, profesor ini mengaku jika tulisan pada buku lamanya itu adalah hasil plagiat. Yang dulu dia bantah," ujarnya. Menurut sumber itu, kasus ini pada April lalu sudah dilaporkan ke Dirjen Dikti. (ern/tya)











































