Novel tak Layak Baca Segera Dikembalikan pada Depdiknas

Novel tak Layak Baca Segera Dikembalikan pada Depdiknas

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 15 Jun 2012 10:55 WIB
Novel tak Layak Baca Segera Dikembalikan pada Depdiknas
Bandung - Kadisdik Kota Bandung Oji Mahroji segera mengembalikan novel-novel tak layak baca yang ditemukan di seluruh perpustakan SD dan SMP kepada Pusat Perbukuan (Pusbuk) Depdiknas. Novel yang tidak pantas dibaca pelajar SD dan SMP ini dipastikan sudah ditarik.

"Saya sudah perintahkan masing-masing kepala sekolah SD dan SMP di Bandung menarik buku nonteks pelajaran berupa novel tak layak baca. Nanti buku tersebut dikumpulkan, lalu dikembalikan ke pihak Pusbuk. Kami akan meminta diganti buku baru dan layak baca," kata Oji ditemui di SMPN 44, Jalan Cimanuk, Kota Bandung, Jumat (15/6/2012).

Oji menjelaskan, novel tak layak baca ditemukan di perpustakaan sekolah antara lain berjudul 'Duka di Wibeng', 'Tambelo', dan 'Tidak Hilang Sebuah Nama'. Buku tersebut menyebar di seluruh SD dan SMP di Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah mendapat kabar buku-buku tak layak baca sudah tidak ada dalam ruang perpustakaan di 171 SD dan 208 SMP di Bandung," papar Oji.

Labih lanjut Oji menuturkan, pihaknya berkoordinasi dengan Disdik Jabar untuk menyurati Pusbuk terkait munculnya novel-novel yang tidak patut dibaca anak usia SD dan SMP. Sebenarnya novel-novel yang diprotes kalangan pendidik itu sudah lolos penilaian oleh Panitia Penilaian Buku Nonteks Pelajaran (PPBNP) dan dinyatakan layak berdasarkan keputusan Kepala Pusbuk Depdiknas bernomor 1715/A8.2/LL/2009 tahun 2009.

"Tapi bagaimanapun novel-novel itu mendapat pertentangan dan membuat keresahan setelah ditemukan di perpustakaan SD dan SMP. Karena memang tidak pantas dibaca siswa, tentu keberadaan novel itu harus ditarik. Jangan sampai dibaca anak-anak SD dan SMP," tutup Oji.

(bbp/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini