Kuota yang paling banyak kosong ada pada Unpad. Dari kuota 900, baru 195 kursi atau 22 persen yang terisi. Sementara kuota yang sudah terpenuhi adalah UIN yang jumlahnya 130 kursi. Di ITB, dari kuota 800 kursi baru 608 atau 76 persen saja yang terisi. Sementara di UPI, dari kuota 600 sudah 590 atau 98,3 persen yang terisi.
Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan, pihaknya akan berusaha memenuhi kuota program Bidk Misi yang tersedia. "Kita akan ambil dari mereka yang ikut SNMPTN tapi tidak ikut program Bidik Misi. Karena biasanya pada saat registrasi (setelah lulus SNMPTN) banyak yang merasa tidak mampu," ujar Ganjar dalam konferensi pers di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Selasa (12/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Unpad, program Bidik Misi di UPI justru dinilai kurang. "Kalau di kita bukan hanya terpenuhi, tapi kurang. Pelamar program Bidik Misi ke UPI itu salah satu yang tertinggi secara nasional," papar Rektor UPI Sunaryo Kartadinata.
Sementara Wakil Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengatakan meski kuota di ITB untuk program Bidik Misi hanya tinggal 192. Namun pihaknya akan berusaha menampung jika ternyata peminat program Bidik Misi melebihi kuota yang tersedia. Kalau ternyata ada yang minat di atas 800 orang, kita akan siapkan," tegasnya.
(orb/ern)










































