"Cable car ini pertama kali di Asia. Sebagai warga Bandung layak berbangga hati. Karena Bandung menjadi kota pertama di Asia dan Indonesia menerepkan sistem transportasi publik berupa kereta gantung," ungkap Direktur Utama PT Aditya Dharmaputra Persada, Sandjaya Susilo, saat acara pencanangan pembangunan proyek kereta gantung di Stasiun Pasteur BSB Ateja Land Lestari, Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) 196, Kota Bandung, Selasa (12/6/2012).
Pihaknya sebagai sebagai developer dan project initiator BSB berharap dukungan semua pihak agar proyek tersebut segera terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurut Sandjaya, di negara Eropa keberadaan cable car sebagai sarana wisata. Sedangkan pada 2004 di Amerika latin cable car menjadi transportasi publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walikota Bandung Dada Rosada mengaku bangga kereta gantung BSB sebagai pertama di Asia dan Indonesia. Selain itu, kehadiran kereta gantung BSB akan menjadi salah satu ciri khas Kota Bandung.
"Kehadiran cable car ini bisa menjadi kebanggaan Kota Bandung," ucap Dada ditemui di tempat sama.
Acara pencanangan tersebut turut dihadiri Dubes Swiss untuk Indonesia Heinz Walker-Nederkoorn, perwakilan Konsulat Austria Eddy Sugiri, Doppelmayr Representative Austria Hans Jost, serta unsur muspida Kota Bandung.
Hal senada diungkapkan Dubes Swiss untuk Indonesia Heinz Walker dalam sambutannya. "Kalau cable car ini sudah beroperasi, akan menjadi daya tarik tersendiri di Asia. Cable car ini ramah lingkungan dan tidak bersuara. Jadi menyenangkan," tutur Heinz.
(bbp/ern)










































