Wayang golek yang dikendalikan oleh dalang, bertugas sebagai narator. Sementara manusia memerankan karakter dari cerita tersebut.
Lakon wayang ini mengisahkan sepasang suami istri bernama Tuan dan Nyonya Douwes. Nyonya Douwes tampil sebagai sosok istri yang dominan, sehingga membuat sang suami terintimidasi. Sang suami pun dendam yang berujung kejadian tragis. Ceritanya disajikan dengan sederhana, penonton pun mudah memahami isi cerita tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang seperti ini sekarang ini sudah ditinggalkan oleh anak muda. Dengan adanya pertunjukan wayang yang dikemas seperti ini, anak muda jadi menyukai seni tradisi," ujar Asep.
Wayang Keroncong sendiri adalah bentuk inovasi dari wayang golek Sunda. Tokoh-tokoh wayang diperankan oleh manusia seperti dalam wayang wong. Uniknya, jika biasanya wayang diiringi dengan tabuhan gamelan, wayang ini tentunya diiringi dengan musik keroncong.
Lakon wayang ini pun diatur oleh sutradara yang melalui naskah yang dinarasikan oleh wayang.
Salah satu penonton, Oktavia (24) mengaku terhibur menonton pertunjukan ini. Ia mengaku senang karena tampilan wayang lebih moderen dan lebih mudah dimengerti.
"Seru, tidak membosankan, karena tidak seperti wayang biasanya, karena ada wayang golek dan orang. Musiknya enggak bikin ngantuk," katanya.
(avi/ern)











































